| Klien | Eka Hospital (Sinarmas Group) — Cibubur & Bekasi |
|---|---|
| Vendor / Kontraktor | PT Suryatata Internusa (Jakarta) |
| Tipe Sistem | Reverse Osmosis Medical Grade untuk Hemodialisis |
| Kapasitas | 1.500 GPD (~5,7 m³/hari) per unit, dengan unit upgrade 2.000 GPD pada 2018 |
| Aplikasi | Pasokan air murni untuk mesin dialisis (treatment gagal ginjal) |
| Standar | ANSI/AAMI RD52 atau ISO 13959 untuk Water for Hemodialysis |
| Tahun Pengerjaan | September 2018 (RO 2.000 GPD untuk Bekasi & Cibubur), April 2019 (RO 1.500 GPD untuk Hemodialisis di kedua lokasi) |
| Status | Aktif beroperasi dengan kontrak service jangka panjang |
Latar Belakang Proyek
Eka Hospital adalah salah satu jaringan rumah sakit premium di Jabodetabek, bagian dari Sinarmas Group. Dengan dua lokasi utama di Cibubur dan Bekasi, Eka Hospital melayani ribuan pasien — termasuk pasien yang membutuhkan layanan hemodialisis (cuci darah) rutin.
Hemodialisis adalah layanan medical kritis yang membutuhkan air dengan kemurnian sangat tinggi. Setiap pasien dialisis terkontak dengan ratusan liter air yang bercampur dengan dialisat, langsung ke aliran darah melalui membran dialyzer. Kontaminan sekecil apapun di air dapat memberikan dampak serius — dari reaksi pirogenik akibat endotoksin hingga keracunan logam berat dan kontaminan kimia.
TSM dipercaya melalui PT Suryatata Internusa sebagai kontraktor untuk memasok dan menginstalasi sistem RO medical-grade untuk kedua lokasi Eka Hospital, dengan total beberapa unit selama 2018-2019.
Standar Air untuk Hemodialisis
Standar internasional untuk Water for Hemodialysis ditetapkan oleh ANSI/AAMI RD52 (USA) dan ISO 13959 (global). Indonesia mengadopsi standar serupa melalui Kementerian Kesehatan untuk fasilitas dialisis. Persyaratan kunci:
| Parameter | Limit (AAMI RD52) |
|---|---|
| Konduktivitas | < 2 µS/cm |
| Bakteri (CFU/mL) | < 200 |
| Endotoksin (EU/mL) | < 2 |
| Aluminium | < 0,01 mg/L |
| Klorin total | < 0,1 mg/L |
| Logam berat (Pb, Cd, Hg, As) | jejak (ppb level) |
| Nitrat | < 2 mg/L |
| Sulfat | < 100 mg/L |
| Total Hardness | < 2 mg/L (sebagai CaCO₃) |
Untuk fasilitas Indonesia, dilakukan monitoring rutin bulanan dengan dokumentasi yang harus tersedia untuk audit Kementerian Kesehatan dan akreditasi rumah sakit (KARS).
Konfigurasi Sistem RO Medical-Grade
Konfigurasi yang diimplementasikan untuk Eka Hospital adalah RO 2-pass dengan polishing tambahan:
Pre-treatment
- Multi-media filter untuk removal padatan tersuspensi
- Karbon aktif dual-stage untuk dechlorination — kritis karena membran RO sangat sensitif terhadap klorin
- Softener duplex untuk hardness control (mencegah scaling membran)
- Cartridge filter 5 µm sebagai protection sebelum RO
RO 2-Pass
- Pass 1 — RO BWRO dengan recovery 75% dan rejection ~99,5%
- Pass 2 — Polishing membran untuk mengejar konduktivitas <2 µS/cm
- High-pressure pump multi-stage SS-316L
Polishing & Distribution
- UV sterilizer 254 nm untuk disinfeksi terminal
- Loop distribusi sanitary SS-316L dengan velocity 1,5-2 m/s konstan
- Continuous recirculation untuk mencegah biofilm
- Sample point di setiap dialisis machine untuk monitoring
Kemitraan dengan PT Suryatata Internusa
PT Suryatata Internusa adalah kontraktor terpercaya yang melayani fasilitas medical Eka Hospital. Sinergi TSM-Suryatata mencakup:
- September 2018 — RO 2.000 GPD untuk Eka Hospital Bekasi dan Cibubur
- April 2019 — RO 1.500 GPD spesifik untuk Hemodialisis di Cibubur
- April 2019 — RO 1.500 GPD spesifik untuk Hemodialisis di Bekasi
Setelah commissioning, TSM menyediakan kontrak service jangka panjang yang mencakup: penggantian membran rutin, suplai cartridge filter dan karbon aktif, dan response engineer untuk troubleshooting. Eka Hospital adalah salah satu client TSM yang konsisten mempercayakan sistem water treatment medical-grade pada kami.
Hemodialisis sebagai Specialization TSM
Selain Eka Hospital, TSM telah membangun sistem RO untuk hemodialisis di berbagai rumah sakit:
- RS Melinda Bandung — RO 5.000 GPD untuk Hemodialisis (Mei 2023, melalui PT Melinda Kasih Ibu Tiga)
- RSUD Cengkareng — BWRO 1.000 LPH skidmounted (Januari 2019)
- RSUD Pasar Minggu — RO 1.500 LPH
- RSUD Cianjur — RO 8.000 GPD (September 2024)
- RS Lira Medika Karawang — RO 6.000 LPD (Juni 2014)
- RS Puri Indah Kembangan Jakarta — RO untuk medical (2011)
Pengalaman ini menempatkan TSM sebagai vendor RO medical-grade berpengalaman untuk fasilitas hemodialisis di Indonesia.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa beda RO medical untuk hemodialisis dengan RO untuk farmasi?
Standar referensinya berbeda: hemodialisis ANSI/AAMI RD52 atau ISO 13959, farmasi USP atau Pharmacopeia BPOM CPOB. Persyaratan kunci yang umum: konduktivitas rendah, mikrobiologi terkontrol, endotoksin terkontrol. Beberapa parameter berbeda: hemodialisis lebih ketat untuk logam berat (langsung kontak dengan darah pasien), farmasi lebih ketat untuk endotoksin (untuk produk parenteral). Sistem RO 2-pass + UV adalah standar untuk keduanya.
Berapa biaya investasi RO untuk fasilitas hemodialisis?
Untuk kapasitas 1.500-2.000 GPD (~5,7-7,5 m³/hari) cocok untuk 4-6 mesin dialisis: investasi sekitar Rp 250-500 juta termasuk RO 2-pass + UV + loop distribusi sanitary. Untuk fasilitas yang lebih besar (5.000+ GPD untuk 15+ mesin dialisis): Rp 600-1.200 juta. Investasi ini relatif kecil dibanding investasi total fasilitas dialisis (mesin, ruangan, SDM).
Bagaimana monitoring rutin sistem RO untuk hemodialisis?
Monitoring multi-level: (1) Online — konduktivitas dan suhu di outlet RO dimonitor 24/7 dengan alarm jika out-of-spec. (2) Harian — sampling untuk klorin sisa di feed (memastikan dechlorination berfungsi) dan konduktivitas di setiap user point. (3) Mingguan — sampling untuk bakteri di setiap dialisis machine. (4) Bulanan — sampling lengkap untuk semua parameter AAMI RD52 oleh laboratorium tersertifikasi. Dokumentasi disimpan 5+ tahun untuk audit.
Apa risiko jika air RO untuk hemodialisis tidak compliance?
Risiko serius bagi pasien: (1) Reaksi pirogenik akibat endotoksin (demam, menggigil, syok), (2) Keracunan kronis logam berat (akumulasi di pasien yang menjalani dialisis bertahun-tahun), (3) Kerusakan jaringan akibat klorin atau kloramine residual, (4) Reaksi imunologi akibat bakteri atau LPS bakteri. Karena pasien dialisis rentan, standar harus dipertahankan ketat sepanjang waktu. Sistem yang gagal compliance biasanya memerlukan shutdown facility hemodialisis sementara hingga remediasi selesai.
Apakah TSM dapat membangun RO hemodialisis untuk RS baru?
Ya, dengan paket lengkap: site survey untuk evaluasi air baku dan layout fasilitas, engineering design sesuai AAMI RD52, manufacturing & FAT di workshop Bekasi, instalasi onsite dengan minimal disrupsi operasi RS, commissioning & validasi, dan training operator. Plus dokumentasi lengkap untuk audit KARS dan Kemenkes. Lead time tipikal 3-5 bulan dari kontrak ke commissioning untuk sistem 1.500-2.000 GPD.
Membutuhkan RO Medical untuk Hemodialisis?
Tim engineering TSM siap mendiskusikan kebutuhan water treatment Anda dengan referensi proyek serupa yang sudah terbukti. Konsultasi awal gratis tanpa komitmen.
📋 Konsultasi Proyek Anda →